Close

Bila habis ini, saling lupa.

thefaderalist.com


Bahwa kita pernah selalu bersama-sama. Lalu kita sadar, bahwa kita harus berpisah.

Seharusnya kita siap dengan jalan perpisahan yang ada. Meski tidak sepenuhnya untuk kebaikan, setidaknya untuk pengorbanan.

Tanpa kita tau definisi pengorbanan itu apa.

Aku hanya berkorban, entah untuk apa dan siapa. Aku terpaksa menikmati proses yang ada, walau perlahan terasa begitu menghancurkan.

Sulit memang.

Terseret waktu

evolvingwisdom.com

pukul sebelas lewat delapan menuju pagi
Arah hayal mengembalikan ku akan satu masa

Kala itu senja
Kami duduk berdampingan pada sebuah kedai tua
Kau apik dengan kaus abu mu
Dan aku cantik dengan kemeja biru ku

Aku tersentak
Ketika jemarimu menyentuh
lembut kepalaku
Mengusapnya
Menoleh senyum khas dari bibirmu

Berhenti

theodysseyonline.com

1.02am

Aku terbiasa menunggu dimasa kejenuhanmu
Dikala sepi menghampirimu
Aku mencoba memberi bahagia dimasa kegundahanmu
Disaat yang lain enggan mendampingimu

Meski hanya ingkar yang kau beri
Meski hanya mendung yang kau iringi

Aku bertahan semampuku
Berdiri teguh menyerukanmu
Tak peduli perlakuanmu
Tak minta belas kasihmu

Mata Hitam

themarysue.com

Dua mata hitam adalah mata hati yang biru
dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.
Rindu bukanlah milik perempuan melulu
dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.
Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi
kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.
Dua mata hitam adalah rumah yang temaram
secangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam

Ku Sampaikan

home.bt.com

Aku yang terpenjara dalam sunyi
Terdiam dibalik kelam nya malam
Aku mencoba merambati cerita seputar seseorang yang kini singgah dalam jiwaku

Aku mengenalnya lewat bahasa
Membagi kisah ku lewat bahasa
Merindukan nya lewat bahasa
Lalu mencintainya lewat bahasa

Entahlah...

Bayang

mahabis.com

Kamu layaknya sebuah bayangan
Melekat namun tak dapat ku gapai
Nampak namun tak dapat ku genggam
Kamu hanya selalu menguntit

Tak berani menatap, namun tak mau menjauh.

Kadang aku memutuskan untuk berhenti sejenak,
Mencari tempat teduh agar aku tak melihatmu..
Agar bayangmu tak mengganggu langkahku..
Namun terkadang, aku putuskan untuk tetap melangkah bahkan berlari..
Aku tau sejauh apapun, kamu akan tetap ada.
Sebagai penyokong atau sebagai penghalang.
Karna nyatanya, kamu melekat.

Ada saatnya, pasti.


Ada saatnya,
Dimana langkah ku akan tegap berjalan dengan segala kamandirianku


Ada saatnya,
dimana aku tidak akan ragu untuk memilih dan kecewa atas pilihanku


Ada saatnya,
Dimana aku akan menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berani menerjang badai kehidupanku


Ada saatnya,
dimana aku akan menciptakan keserasian antara hati, pikiran, dan tindakanku